Tanggal 28 Februari 2014. Kala itu
aku hendak ke kampus, untuk mendaftar serta menyerahkan segala berkas dan
fotokopi 3 rangkap untuk proposal skripsi ku.
Duduk didekat pintu metro mini
adalah posisi yang paling nyaman untuk ku. Berat isi tas, sekaligus membawa tentengan fotokopi proposal skripsi, aku meletakkan tas dikursi yang belum ditempati
penumpang (metro mini menyediakan 2 kursi gandeng perbaris). “Semoga nanti ga
ada yang minat untuk duduk dikursi ini” ungkap dalam hati. Nyaman sekali,
sejuk. Angin langsung menerpa wajah yang berderai keringat. Berikut aku
tampilkan foto dari metro mini 71 jurusan Blok M – Bintaro, (Google.com).
Kali ini metro mini ngetem (berhenti mencari penumpang) di
stasiun Kebayoran. Mulai ramai, pikirku masih sama “semoga ga ada yang minat
untuk duduk dikursi ini”. Sebuah suara mendatangi telinga juga pikiranku,
“permisi nak”. Sontak aku memiringkan kaki untuk mempersilahkan ibu tersebut
duduk. 0,50 detik usai mendengar, “permisi nak”. Jujur agak kecewa. Egois ya?
Maaf. #sebetulnya aku tidak pernah seperti ini. Mungkin karena tentenganku berat dan isi tas jg berat
alias gendut.
Suara itu begitu ramah dan lembut.
“Sini nak, ibu bantu bawa”, sambil menepuk-nepuk paha, mengisyaratkan ‘letakkan
saja disini’. Menolehkan kepala dan tersenyum aku menjawab “tidak apa-apa bu,
terima kasih”.
Sekali lagi dengan wajah ramahnya ia
bertanya padaku, “kelihatannya berat sekali bawaannya nak? bawa laptop ya?”.
“Iya bu, hari ini saya mengumpulkan
dan mendaftar untuk sidang proposal skripsi. Minta doanya ya bu, agar
dilancarakan Allah” ucapku.
“Iya nak, ibu doakan agar lancar
ujian sidang proposal skripsinya sampai akhir sidang skripsi. Kamu kuliah
dimana dan jurusan apa, nak?” tanyanya.
Setelah
selesai aku menjawab, Ibu itu terlihat seperti memikirkan
sesuatu, sejurus ia menjawab uneg-uneg yang ada dipikirannya, “oh iya, jalan
limau ya? ibu tahu. Anak ibu juga kuliah dijurusan yang sama. Tapi sekarang
sudah pindah”.
Sepanjang perjalanan stasiun hingga
mayestik kami banyak bercerita. LHO! TUH KAN ANGGA, ADA HIKMAHNYA! #haha caps
lock ada betulnya #nyengir malu. Ucapan atau nasihat yang betul-betul nempel di
sini *nunjuk kepala* adalah “Belajar yang baik nak, fokus dengan skripsinya.
Seperti anak Ibu, Alhamdulillah sudah sukses. Ibu doakan kamu lancar skripsinya
dan mendapat pekerjaan yang baik, gaji yang besar, nak. Kuncinya adalah kamu
rajin sholat lima waktu, tahajud, dhuha, puasa senin kamis, juga banyak membantu
orang-orang disekeliling kamu, nak. Membantu dari hal kecil saja contohnya,
akan memudahkan kamu nanti disaat kesulitan. Misalnya, waktu sidang skripsi
kamu belum bisa menjawab pertanyaan, siapa yang akan menolong bila bukan dari
kekuatan Allah”. Subhanallah. Tentram hatiku. Sekaligus malu, karena tidak
langsung mempersilahkan Ibu itu duduk.
“Baik bu. Terima kasih nasihat juga
doanya ya bu”, jawabku dengan senyuman yang betul-betul tulus. Sekejap aku
teringat dengan sedikit bantuanku terhadap teman-teman, bila ada yang ingin
diminta bantuan untuk mencari judul atau menentukan perhitungan sampel atau
yang lainnya. Sebab, disaat aku sedang mumet
otak-atik rumus cluster tidak menemukan nilai jawaban. Aku langsung menghubungi
teman (tya), ia membantuku dengan perlahan-lahan, agar aku mendapat nilai
jawaban yang tepat by sms. Terima
kasih, teman. Alhamdulillah.
Bantuan kita akan sangat bermanfaat
bagi orang lain. Begitu pula sebaliknya, bantuan mereka akan bermanfaat bagi
kita. Semangat selalu Angga dan semangat selalu teman-teman semua :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar