Malam itu posisi ku berada di Depok, UI (Universitas
Indonesia). Hari itu waktu menunjukkan waktu pukul 20.00 malam. Binggung.
Perjalanan pulang ke rumah bisa memakan waktu 3-4 jam jika mengendarai Deborah
(bus kecil yang tidak ada AC nya, jika beruntung bisa duduk. Karena suka
penuh). Bagaimana ini? aku ga ingin pulang larut malam. Ohya, hari itu aku
bersama kawan ku. Dia bilang “mo pulang cepat atau lama?”, aku menjawab “pulang
cepat dong”. Terus dia nyaranin aku untuk naik kereta. Wuzhhh.. malaikat
sebelah kiri berbisik ‘ededehhh naik kereta? Kamu berani sendiri? Bukannya
nanti bakalan transit ya? kan ga bisa kalo langsung ke st. pondok ranji. Mesti
transit di Tanah abang. Emangnya kamu berani? Dah malam lagi kan!’. wuzhhh..
malaikat sebelah kanan berbisik ‘Wah ide bagus tuh! Kapan lagi naik kereta?
Bisa pulang cepat lho! Dan bukannya kamu pengen banget ya naik kereta? Yang
kayak di ceritanya Tooto-chan tuh. Ayoo terima aja ajakannya!’. Kira-kira 2
menit berpikir, ayoo tebak aku pilih apa? Ehehehe.. di lihat dari judulnya saja
sudah kelihatannya ya :p yupp,, aku putuskan pulang naik kereta!!
Gogogo!semangat.
Ah-ya,
kawan ku juga ikut menemeni naik kereta. Hanya aja dia turun di st. Grogol.
Tidak apa lah pikir ku. Kemudian kami pergi ke karcis kereta api. Sudah lama
tidak naik kereta api, harga tiket naik maa L menjadi
Rp 8.000, belum lagi aku transit di St. Tanah abang. Harga tiket menjadi Rp.
16.000. Subhanallah. Beruntung, kawan ku baik sekali, membelikan ku tiket. Aku
hanya menambahkan uang Rp. 5000.
Ding..dong..ding..dong..3x
pemberitahuan bahwa kereta api jurusan tanah abang akan segera melintas
beberapa saat lagi. Singkat cerita kami sudah di dalam kereta. Beruntungg
sekali, tempat kosong sekali. Tapi dinginnn :~ benar-benar
sungguh nyaman naik kereta api AC J di
dalamnya ada televisi. Fungsi sebagai hiburan dan memberitahukan stasiun yang
akan berhenti untuk selanjutnya. Di satu sisi, agak sedikitt kecewa. Karena
memang posisi malam hari, jadi tidak bisa melihat pemandangan di luar. Hanya
yang dari luar saja dapat melihat kami yang berada di dalam kereta.
Satu
persatu stasiun telah dilewati. Hinggga akhirnya ditengah kegembiraanku
terhenti di stasiun pondok ranji. Aku turun dengan kaki kanan terlebih dahulu
dan masuk ditengah kerumunan orang-orang yang menuju pemeriksaan tiket keluar.
Karcis itu kugenggam erat. Saat petugas mengambilnya ia hanya memastikan apakah
karcis itu baru atau tidak, kemudian membuangnya?!! WHATTT DI BUANG? petugas
karcis dengan enaknya melempar karcis
malang yang telah dipakai itu #berlinang air mata.
Itulah
cerita gembiraku semalam dengan kereta api, karna jarang sekali aku menggunakan
transportasi satu ini (beberapa bulan lalu). Dan senangnya karna harga tiket
KERETA SUDAH MURAH yaitu Rp 3000 + kartu kereta Rp 5000 J Gunanya yang aku tahu, ketika sudah sampai di
stasiun kita diminta untuk mengembalikan kartu dan diberi uang Rp 5000. Mungkin
sebagai jaminan kalau kita adalah warga Indonesia yang mematuhi tata tertib
berkendara hhihihi ^3^v
**Jadi,
teruslah semangat ya kawan-kawan ku! Semoga kita dapat bertemu di pertemuan “candy rainbow”,, akhir kata saya
mohon maaf setulus-tulus nya, apabila ada kesalahan dan semoga kita dapat
mengambil manfaat dari kalimat di atas. Tulisan ini sekaligus mengingatkan saya
untuk dapat terus dan terus belajar, berusaha, dan berdoa. Penulis menerima
kritik dan saran ^-^ Wassalamu’alaikum**
Gogogo!smngat
*senyumpalingmanis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar