Kepolosan dan keceriaan Totto-chan tidak menjadikannya putus asa
manakala ia dikeluarkan dari sekolahnya, sebuah Sekolah Dasar
konvensional yang kurang cocok dengan anak-anak luar biasa sepertinya.
Totto-chan memiliki rasa ingin tahu yang besar dan jiwa sosial yang
besar pula, makanya ia suka berinteraksi dengan orang meskipun tidak
dikenalnya seperti penjaga karcis di stasiun kereta, pemusik jalanan,
dan bahkan dengan anjingnya, Rocky. Kali lain, ketika ia diam-diam
hendak mengundang Yasuaki-chan — temannya yang menderita polio – untuk
memanjat pohon yang dianggap sebagai miliknya. Semua itu ia lakukan
dengan semangat dan ketulusan seorang gadis cilik yang dididik dengan
baik oleh sang Mama dan Papa yang hebat.
Membaca Totto Chan, membuat saya mengerti/mengetahui metode pendidikan yang ada di Jepang, tumbuh kembang anak (yang saya pelajari di kesehatan masyarakat) dan dunia anak-anak. Sungguh menyenangkan jika kita dapat bermain dan merasakan kehandirannya di hati pembaca.
Karya Tetsuko Kuroyanagi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar