Kesabaran
membawa Kemenangan, buat Upi
~Janganlah
suka cari alasan untuk menutupi kegagalan. Sebaliknya, carilah terus ‘cara’
untuk menggapai keberhasilan~
Siang itu sepulang sekolah,
upi, kelas 4 SD menghapiri kakak laki-laki nya di teras rumah yang sedang
membaca artikel, Andi, yang duduk di SMA kelas 10.
“Assalamu’alaikum kak, upi
pulang” ucap upi dan Andi menjawab salam adik nya.
“kak, upi capek.. capek
pergi sekolah! Capek harus jalan kaki ke sekolah! Upi selalu menyisihkan uang
untuk sesekali upi gunain buat naik angkutan”
“kenapa sih kak, kakak ga
mau beliin sepatu baru buat upi? Kalo upi punya yang baru, upi janji deh sama
kak andi. nggak akan ngeluh lagi buat jalan kaki, soalnya alas sepatu upi udah
tipis kak”
Andi member isyarat untuk
adiknya duduk di sebelahnya “coba kakak lihat sepatunya?”
Andi ingat bahwa kemarin
sepulang sekolah ia membeli alas sepatu untuk adiknya, dan 2 helai pita berenda
merah. Tidak lama ia menyulap sepatu itu menjadi cantik.
“Taraaa~ sekarang sudah
seperti yang baru” Upi tersenyum girang, sepatu merah lamanya di sulap menjadi
baru dan di atasnya di beri sentuhan lilitan pita renda warna merah, persis
warna yang upi suka.
*** Kesokan harinya
“Kak, upi capek.. upi capek
belajar! Semalaman upi belajar mati-matian! Tapi dengan mudah temen upi yang
menyontek mendapat nilai 9.. upi capek belajar! Aku mau menyontek saja…”
“upi juga capek untuk terus
menabung.. sedang teman upi suka sekali jajan.. aku mau banyak jajan saja…”
“Capek kak.. upi capek untuk
selalu belajar mendapatkan beasiswa.. sedang teman upi dengan mudah bisa
mendapatkan beasiswa melalui kerabat kepala sekolah.. aku mau dapat beasiswa
kak..” upi menangis sejadinya, duduk di lantai dengan pakaian seragam masih
melekat di tubuhnya.
Andi tersenyum dan ikut
duduk di sebelah adiknya.
“Janganlah suka cari alasan
untuk menutupi kegagalan. Sebaliknya, carilah terus cara untuk menggapai
keberhasilan”
Upi diam dan menatap tidak
mengerti kalimat apa yang barusan kakak nya bicarakan, nampaknya muka penuh
tanda tanya membuat Andi tertawa.
“Begini lho dek, teman-teman
upi hanya ingin mencari jalan pintas saja, Ahh! Bukan, jadi mereka hanya ingin
mencari yang mudah nya saja, tidak mau bersusah payah untuk mendapatkan apa
yang mereka mau”
“Beda sama upi, upi yang
berlatih, bekerja keras, dan nggak mau nyerah, selalu berusaha untuk
mendapatkan apa yang di mau. Allah pasti akan menghargai apa yang kita
kerjakan, dan di ujung akan mendapat hasil yang baik pula. Tapi upi jangan lupa
untuk bersabar”
Adiknya menganggukkan
kepala, tanda setuju memang upi kok yang kerja keras, “Alhamdulillah”.
“Upi harus ingat pesan kak
Andi! Jangan suka mengeluh atau menutup-nutupi kelemahan dan kegagalan upi
dengan banyak alasan yang seperti tadi.
Terimalah dan hadapi dengan ikhlas, sebagai pengalaman dan pelajaran
buat Upi. Kakak yakin, Upi akan berhasil di kemudian hari dan tersenyum bangga atas kerja keras yang upi
kerjakan”
Upi menyimak dengan betul
apa yang kakak nya bicarakan, tiap kata yang di lontarkan ia rekam dengan baik
di kepalanya. “Sekarang upi paham kak, upi akan tegar dan terus berusaha untuk
mendapatkan apa yang upi mau! Upi kan orang hebat hhehe.. Dan upi akan jarang
mengeluh sama kak Andi hhehe…”
~Note author:
~Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak
sempit, dan tindakan anda pun menjadi kerdil. Namun bila anda memandang diri
anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan
berharga~
**Jadi,
terus lah semangat ya kawan-kawan ku! Semoga kita dapat bertemu di pertemuan “candy rainbow”,, akhir kata saya
mohon maaf setulus-tulus nya, apabila ada kesalahan dan semoga kita dapat
mengambil manfaat dari kalimat di atas. Tulisan ini sekaligus mengingatkan saya
untuk dapat terus dan terus belajar, berusaha, dan berdoa. Penulis menerima
kritik dan saran ^-^ NO SARA! Wassalamu’alaikum**
Gogogo!smngat
*senyumpalingmanis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar