Rabu, 03 Oktober 2012

Kesabaran membawa Kemenangan, buat Upi


Kesabaran membawa Kemenangan, buat Upi 


~Janganlah suka cari alasan untuk menutupi kegagalan. Sebaliknya, carilah terus ‘cara’ untuk menggapai keberhasilan~

Siang itu sepulang sekolah, upi, kelas 4 SD menghapiri kakak laki-laki nya di teras rumah yang sedang membaca artikel, Andi, yang duduk di SMA kelas 10.

“Assalamu’alaikum kak, upi pulang” ucap upi dan Andi menjawab salam adik nya.

“kak, upi capek.. capek pergi sekolah! Capek harus jalan kaki ke sekolah! Upi selalu menyisihkan uang untuk sesekali upi gunain buat naik angkutan”

“kenapa sih kak, kakak ga mau beliin sepatu baru buat upi? Kalo upi punya yang baru, upi janji deh sama kak andi. nggak akan ngeluh lagi buat jalan kaki, soalnya alas sepatu upi udah tipis kak”

Andi member isyarat untuk adiknya duduk di sebelahnya “coba kakak lihat sepatunya?”

Andi ingat bahwa kemarin sepulang sekolah ia membeli alas sepatu untuk adiknya, dan 2 helai pita berenda merah. Tidak lama ia menyulap sepatu itu menjadi cantik.

“Taraaa~ sekarang sudah seperti yang baru” Upi tersenyum girang, sepatu merah lamanya di sulap menjadi baru dan di atasnya di beri sentuhan lilitan pita renda warna merah, persis warna yang upi suka.

*** Kesokan harinya
“Kak, upi capek.. upi capek belajar! Semalaman upi belajar mati-matian! Tapi dengan mudah temen upi yang menyontek mendapat nilai 9.. upi capek belajar! Aku mau menyontek saja…”
“upi juga capek untuk terus menabung.. sedang teman upi suka sekali jajan.. aku mau banyak jajan saja…”

“Capek kak.. upi capek untuk selalu belajar mendapatkan beasiswa.. sedang teman upi dengan mudah bisa mendapatkan beasiswa melalui kerabat kepala sekolah.. aku mau dapat beasiswa kak..” upi menangis sejadinya, duduk di lantai dengan pakaian seragam masih melekat di tubuhnya.

Andi tersenyum dan ikut duduk di sebelah adiknya. 

“Janganlah suka cari alasan untuk menutupi kegagalan. Sebaliknya, carilah terus cara untuk menggapai keberhasilan” 

Upi diam dan menatap tidak mengerti kalimat apa yang barusan kakak nya bicarakan, nampaknya muka penuh tanda tanya membuat Andi tertawa.

“Begini lho dek, teman-teman upi hanya ingin mencari jalan pintas saja, Ahh! Bukan, jadi mereka hanya ingin mencari yang mudah nya saja, tidak mau bersusah payah untuk mendapatkan apa yang mereka mau”

“Beda sama upi, upi yang berlatih, bekerja keras, dan nggak mau nyerah, selalu berusaha untuk mendapatkan apa yang di mau. Allah pasti akan menghargai apa yang kita kerjakan, dan di ujung akan mendapat hasil yang baik pula. Tapi upi jangan lupa untuk bersabar”

Adiknya menganggukkan kepala, tanda setuju memang upi kok yang kerja keras, “Alhamdulillah”.

“Upi harus ingat pesan kak Andi! Jangan suka mengeluh atau menutup-nutupi kelemahan dan kegagalan upi dengan banyak alasan yang seperti tadi.  Terimalah dan hadapi dengan ikhlas, sebagai pengalaman dan pelajaran buat Upi. Kakak yakin, Upi akan berhasil di kemudian hari dan  tersenyum bangga atas kerja keras yang upi kerjakan”

Upi menyimak dengan betul apa yang kakak nya bicarakan, tiap kata yang di lontarkan ia rekam dengan baik di kepalanya. “Sekarang upi paham kak, upi akan tegar dan terus berusaha untuk mendapatkan apa yang upi mau! Upi kan orang hebat hhehe.. Dan upi akan jarang mengeluh sama kak Andi hhehe…”

~Note author:
~Bila anda memandang diri anda kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan anda pun menjadi kerdil. Namun bila anda memandang diri anda besar, dunia terlihat luas, anda pun melakukan hal-hal penting dan berharga~

**Jadi, terus lah semangat ya kawan-kawan ku! Semoga kita dapat bertemu di  pertemuan “candy rainbow”,, akhir kata saya mohon maaf setulus-tulus nya, apabila ada kesalahan dan semoga kita dapat mengambil manfaat dari kalimat di atas. Tulisan ini sekaligus mengingatkan saya untuk dapat terus dan terus belajar, berusaha, dan berdoa. Penulis menerima kritik dan saran ^-^ NO SARA! Wassalamu’alaikum**

Gogogo!smngat *senyumpalingmanis


Tidak ada komentar:

Posting Komentar